, ,

Bupati Sinjai Minta BPH Migas Tambah Kuota BBM untuk Atasi Antrean Panjang

by -1010 Views

News Sinjai Utara — Pemerintah Kabupaten Sinjai mengambil langkah cepat untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), resmi melayangkan surat ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) agar dilakukan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk wilayahnya.

Antrean Panjang di SPBU Sinjai, Stok BBM Bersubsidi Menipis -  Tribun-timur.com
Bupati Sinjai Minta BPH Migas Tambah Kuota BBM untuk Atasi Antrean Panjang

Keluhan Warga Soal Antrean Panjang

Dalam beberapa minggu terakhir, warga di beberapa kecamatan di Sinjai mengeluhkan antrean kendaraan yang memanjang di depan SPBU, terutama untuk jenis BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar. Kondisi ini bahkan menyebabkan kemacetan di jalur utama, terutama di kawasan Sinjai Utara dan Sinjai Timur.

Baca Juga : Pemkab Sinjai Percepat Sinkronisasi Program Daerah dengan Asta Cita

Bupati ASA menyebut bahwa kebutuhan BBM di Sinjai meningkat tajam seiring bertambahnya jumlah kendaraan dan aktivitas ekonomi masyarakat. “Kami menerima banyak laporan dari warga dan sopir angkutan umum yang kesulitan mendapatkan BBM. Ini harus segera diselesaikan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujarnya, Kamis (23/10).

Pemkab Ajukan Penambahan Kuota BBM

Melalui surat resmi yang dikirim ke BPH Migas di Jakarta, Pemkab Sinjai meminta adanya penyesuaian kuota BBM subsidi untuk wilayahnya. Dalam surat itu, Bupati ASA menjelaskan bahwa kuota BBM tahun berjalan tidak lagi memadai dengan kondisi riil di lapangan.

“Data kami menunjukkan adanya peningkatan konsumsi rata-rata sekitar 12 persen dibanding tahun lalu. Karena itu, kami minta tambahan kuota agar distribusi lebih lancar,” kata ASA.

Selain itu, Pemkab juga berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi ke SPBU berjalan tepat waktu dan sesuai kebutuhan tiap kecamatan.

BPH Migas Diminta Turun Tangan

Bupati berharap BPH Migas segera merespons surat permintaan tersebut agar masalah antrean dapat diatasi sebelum memasuki akhir tahun. “Kami ingin mencegah terjadinya kelangkaan yang bisa memicu panic buying. Ini menyangkut kepentingan ekonomi dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Warga Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah

Sejumlah warga dan pengemudi angkutan di Sinjai menyambut baik langkah cepat Bupati. “Kalau kuota BBM ditambah, antrean pasti berkurang. Sekarang kami kadang harus menunggu lebih dari satu jam di SPBU,” ujar Rahman, sopir angkot di Sinjai Utara.

Pemkab Sinjai juga berencana melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran BBM agar tepat sasaran, terutama bagi kendaraan pribadi yang kerap menimbun bahan bakar.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.