News Sinjai Utara — Fenomena cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan terakhir membuat risiko heat stroke atau serangan panas meningkat tajam. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari kalangan medis, salah satunya dr. Michael “Dokter Koboi” Andries, yang mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala dehidrasi dan kepanasan.

“Jangan tunggu haus untuk minum. Kalau tubuh sudah merasa haus, artinya kita sudah mulai dehidrasi,” ujar Dokter Koboi dalam keterangan yang dikutip Senin (20/10/2025).
Baca Juga :Wamenag Muhammad Syafi’i Menikah Lagi, Habib Riziq Shihab Saksi Pernikahan
Ia menegaskan bahwa heat stroke adalah kondisi darurat medis yang dapat menyebabkan kerusakan organ bahkan kematian jika tidak segera ditangani. “Dalam suhu ekstrem seperti sekarang, cairan tubuh bisa hilang lebih cepat, terutama jika kita banyak beraktivitas di luar ruangan,” katanya.
Suhu Capai 37 Derajat di Sejumlah Daerah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, suhu udara di beberapa daerah di Indonesia bagian tengah dan selatan tercatat mencapai 35–37 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu oleh anomali atmosfer dan minimnya awan hujan di wilayah tropis.
BMKG memperingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas berat di luar ruangan pada rentang waktu pukul 10.00–15.00, saat intensitas sinar matahari paling tinggi.
“Panas terik bukan hanya membuat tidak nyaman, tapi juga berisiko terhadap kesehatan, terutama anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan,” ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andi Suwardi.
Kenali Gejala Heat Stroke Sejak Dini
Dokter Koboi menjelaskan bahwa gejala awal heat stroke biasanya diawali dengan pusing, mual, kulit terasa kering, tubuh panas, hingga kehilangan kesadaran. Jika tidak segera mendapat pertolongan, kondisi ini dapat berakibat fatal.
“Begitu melihat orang pingsan di bawah terik matahari, segera bawa ke tempat teduh. Beri air minum sedikit demi sedikit, dan longgarkan pakaiannya. Kalau tidak sadar, segera bawa ke rumah sakit,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, masyarakat sebaiknya menghindari pakaian berwarna gelap. Saat beraktivitas di luar ruangan karena warna tersebut menyerap panas lebih cepat. “Gunakan topi, payung, atau kacamata hitam. Dan jangan lupa bawa botol minum ke mana pun pergi,” ujarnya.
Imbauan untuk Warga dan Pekerja Lapangan
Pemerintah daerah di sejumlah wilayah seperti. Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat memperhatikan pola istirahat dan hidrasi.
Sementara itu, Dinas Kesehatan. Juga meluncurkan kampanye “Gerakan Minum Tiap Jam” sebagai langkah preventif menghadapi cuaca panas ekstrem.








