News Sinjai Utara – Kebijakan Lima Hari Sekolah di Kabupaten Sinjai terus menunjukkan dampak positif bagi dunia pendidikan dan kehidupan keluarga. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sinjai menegaskan bahwa sistem belajar lima hari memberikan ruang lebih luas bagi orang tua untuk terlibat langsung dalam proses pendidikan anak di rumah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga tumbuh kuat melalui peran keluarga.

Kadisdik Sinjai menjelaskan bahwa penerapan Lima Hari Sekolah memungkinkan siswa memiliki waktu akhir pekan yang lebih panjang. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan keluarga untuk membangun komunikasi, menanamkan nilai karakter, serta mendampingi anak dalam kegiatan nonakademik. Orang tua dapat mengarahkan anak mengikuti aktivitas keagamaan, olahraga, dan pengembangan minat bakat sesuai potensi masing-masing.
Baca Juga : Rekam Jejak AKBP Jamal Fathur Rakhman Kapolres Sinjai Dicatut ‘Minta Uang’ ke Kapolsek
Melalui kebijakan Lima Hari Sekolah, sekolah di Sinjai tetap menjalankan proses belajar mengajar secara optimal dari Senin hingga Jumat. Guru menyusun jadwal pembelajaran lebih efektif dengan metode yang kreatif dan interaktif. Pendekatan ini mendorong siswa lebih fokus selama jam sekolah dan tetap memiliki keseimbangan antara belajar dan kehidupan keluarga.
Kadisdik Sinjai juga mengajak sekolah untuk memperkuat kolaborasi dengan orang tua. Sekolah rutin menggelar pertemuan dan komunikasi intensif agar orang tua memahami perkembangan akademik maupun karakter anak. Sinergi ini menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung antara sekolah dan keluarga.
Selain berdampak pada siswa, kebijakan ini turut memberikan manfaat bagi tenaga pendidik. Guru memiliki waktu akhir pekan yang cukup untuk meningkatkan kompetensi, menyusun bahan ajar, dan melakukan evaluasi pembelajaran. Kondisi ini membantu meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan di Sinjai.
Dengan dukungan semua pihak, Kadisdik Sinjai optimistis kebijakan Lima Hari Sekolah mampu mencetak generasi yang unggul secara akademik dan berkarakter kuat. Peran aktif keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk siswa yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan masa depan.








