News Sinjai Utara – Suasana mencekam menyelimuti perbatasan Kabupaten Bulukumba–Sinjai, tepatnya di Desa Lolisang, Kecamatan Kajang, malam Selasa (1/7/2025), setelah terdengar suara ledakan dahsyat dari sebuah rumah di dusun Ta’lohea. Ledakan tersebut langsung menewaskan seorang ibu rumah tangga bernama Jasmawati (43)—dilaporkan merupakan perakit dan pemasok bom ikan ke wilayah Sinjai dan Bone.

Korban Tewas Saat Merakit Bom Ikan
Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan—beberapa bagian tubuh terpisah akibat ledakan yang terjadi di dalam rumahnya pada sekitar pukul 21.25 WITA. Sejauh ini, belum ditemukan korban lain.
Baca Juga : Munafri Dampingi Titiek Soeharto dan Mentan mran Sulaiman Nikmati Sunset di Kapal Phinisi
Tim Labfor dan Gegana Brimob Polda Sulsel langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi dan memastikan penyebab ledakan. Sementara itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah bahan peledak dari rumah korban yang kemudian dibawa ke Polres untuk dimusnahkan.
Bom Ikan Banjiri Sinjai dan Bone?
Sumber polisi menyatakan bahwa Jasmawati dikenal sebagai perakit dan pemasok bom ikan—alat peledak ilegal yang banyak digunakan dalam kegiatan ilegal seperti pengeboman ikan dan perburuan. Korban sebelumnya telah diketahui sebagai pemasok ke wilayah Sinjai dan Bone.
Setelah insiden terjadi, tim kepolisian langsung melakukan pemusnahan terhadap 592 detonator bom ikan yang ditemukan di lokasi. Pemusnahan dilakukan dengan prosedur ledakan terkendali guna menghindari risiko tersebar lebih luas di masyarakat.
Penanganan dan Imbauan Aparat
Polres Bulukumba memastikan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif. Mereka juga menghimbau agar masyarakat tidak menyebarkan hoaks atau spekulasi serta menyerahkan semua proses penanganan kepada aparat.
Kesimpulan
Ledakan tragis yang mengguncang perbatasan Sinjai–Kajang bukan hanya sekadar insiden biasa—melainkan refleksi risiko serius dari pembuatan dan peredaran bahan peledak ilegal di tengah masyarakat. Polisi bergerak cepat dengan respons teknis dan hukum, namun kesadaran masyarakat terhadap bahaya bom ikan tetap menjadi kunci pencegahan efektif.








